Bisnis Indonesia Dalam Potensi Sektor Properti Residensial

Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat mendorong bisnis Indonesia pada perluasan kelas menengah. Sementara komposisi demografis bangsa menyiratkan bahwa akan ada jutaan pembeli rumah pertama kali. Sektor properti di Indonesia memiliki banyak ruang untuk pertumbuhan dalam beberapa dekade untuk datang. Pihak berwenang Indonesia mencoba untuk mengekasi permintaan properti domestik.

Bisnis Indonesia Dalam Potensi Sektor Properti Residensial 1

Hal ini untuk menghindari kemungkinan meledak gelembung properti, otoritas yang sama mulai menerapkan langkah untuk meningkatkan Sektor properti Indonesia di 2015 dan 2016. Setelah pertumbuhan sektor telah melambat secara signifikan di tengah perlambatan ekonomi negara itu. Menarik turun sektor lain dalam perekonomian Indonesia (misalnya industri keramik dan semen).

Setelah perekonomian Indonesia mengalami kelesuan tahun 2009, karena dampak krisis keuangan global, perekonomian berkembang lagi di tingkat + 6 persen (y/y) di tahun 2010-2012. Salah satu sektor yang tumbuh pesat di tengah pertumbuhan makroekonomi yang kuat adalah sektor properti Indonesia (dalam artikel ini kami fokus pada sektor properti residensial). 

Para pengembang properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia membukukan penghasilan perusahaan yang mengesankan (penghasilan ini diterima oleh investor, maka saham pengembang properti melonjak). Diperkirakan antara 2011 dan 2013 rerata harga di sektor properti residensial di Indonesia melonjak sebesar 30 persen per tahun.

Sektor Properti Residensial 

Ada beberapa faktor dasar yang mendukung pertumbuhan yang mengesankan dari sektor properti residensial negara di tahun 2010-2012. Perlu diketahui bahwa faktor ini masih relevan untuk pertumbuhan masa depan sektor properti Indonesia. Karena bisnis Indonesia yang dianggap sangat menjanjikan adalah  pertumbuhan properti residensial. 

Memerlukan pertumbuhan makroekonomi (dan stabilitas) sebagai PDB per kapita, daya beli dan kepercayaan konsumen perlu bangkit sebelum peningkatan jumlah orang mampu untuk membeli rumah. Dalam konteks ini, pengembang properti juga akan bersemangat untuk berinvestasi (maka ada terdiri dari rantai permintaan Supply). 

Akibatnya, sekitar 7.000.000 orang bergabung dengan jajaran kelas menengah setiap tahunnya. Dengan perluasan PDB per kapita semakin banyak masyarakat Indonesia berada dalam posisi untuk membeli properti (rumah, apartemen dan kondominium) dan sebagai permintaan yang melebihi kebutuhan, ada yang terjadi harga properti melonjak.

Sangat menarik untuk menambahkan bahwa dalam 2012 beberapa-ke none-analis. Termasuk yang dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), diharapkan perekonomian Indonesia melambat secara signifikan setelah 2013. Sebagian besar analis mengharapkan perlambatan sementara pada 2013, tetapi pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun berikutnya di + 6 persen (y/y) tingkat.

Kondisi Demografis dan Tren Global pada Bisnis Indonesia

Indonesia memiliki komposisi demografis yang baik, tidak hanya negara memiliki populasi yang berjumlah lebih dari 255.000.000 orang (menyiratkan pasar yang sangat besar) yang menjadi lebih kaya dari waktu. Akan tetapi, juga berisi populasi muda sebagai sekitar setengah dari populasi di bawah usia 30 tahun. 

Sejalan dengan tren global, Indonesia juga mengalami proses urbanisasi. Saat ini, lebih dari separuh penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan dan diperkirakan bahwa 2050 2-pertiga dari penduduk Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan (perkiraan PBB). Apartemen dan kondominium perlu dibangun di daerah perkotaan Indonesia untuk memenuhi permintaan di masa depan. 

Situasi ini menyiratkan bahwa ketersediaan lahan yang terbatas di pusat kota akan menimbulkan harga properti yang meningkat pesat, sementara pengembang perlu fokus pada pengembangan properti vertikal (apartemen dan kondominium). Hal ini juga akan memunculkan peningkatan jumlah bisnis Indonesia di proyek properti di sekitar pusat kota atau pengembangan pusat kota baru.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *